Rabu, 13 April 2011

Dampak Positif Pembelajaran Matematika

Berikut ini akan dijelaskan dampak positif pembelajaran matematika.

1) Sikap teliti,cermat,dan hemat

Matematika disebut sebagai ilmu hitung karena pada hakikatnya matematika berkaitan dengan masalah hitung-menghitung. Pengerjaan operasi hitung untuk mencari hasil dilakukan dalam pembelajaran matematika mulai tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Dalam pengerjaan operasi hitung,seseorang dituntut bersikap teliti,cermat,hemat,cepat,dan tepat.

Saat mengerjakan masalah matematika,seseorang sebenarnya dituntut untuk megerjakan dengan teliti dan cermat. Jangan sampai ada pengerjaan yang salah. Langkah demi langkah pengerjaan diteliti dan dicermati. Setelah diperoleh hasilnya,hasil itu perlu dicek lg apakah sudah menjawab permasalahan atau tidak. Intinya,matematika mengajari seseorang untuk jeli dan berhati-hati dalam melangkah.
Matematika jg melatih sikap hemat. Kita dapat melihat bahwa orang-orang matematika selalu simpel dalam bertindak berbicara,selalu "to the point",dan tidak bertele-tele seperti orang sosial. Kalimatnya ringkas dan mudah dipahami. Bukankah ini suatu bentuk sikap hemat?
Penggunaan simbol sebagai alat berkomunikasi dalam matematika jg memuat unsur pembelajaran sikap hemat.

Orang matematika yg sudah menjiwai matematikanya akan bersikap sederhana dan simpel. Hanya kadang-kadang orang matematika itu kaku. Berhemat pada tempat dan situasi yg benar merupakan perilaku mulia,tetapi berhemat pada tempat dan situasi yang salah merupakan kekakuan. Matematika pada umumnya berkaitan dengan usaha mencari penyelesaian atau solusi suatu permasalahan matematika. Tetapi,bukan solusi itu yang menjadi fokus. Justru bagaimana metode mencari solusi itulah yg diutamakan. Metode tercepat dan tepat adalah metode yg diutamakan. Tercepat disini bermakna terhemat dalam langkah-langkahnya,yakni efektif dan efisien.

2) Sikap jujur,tegas,dan bertanggung jawab

Matematika jg mengajarkan sikap jujur,tegas,dan benar. Misalnya seorang guru meminta siswa untuk menghitung hasil perkalian bulat dari 3 x 4. Kalau tidak bisa menghitung,siswa tersebut harus jujur mengatakan tidak bisa,maka saat disuruh mengerjakan akan ketahuan bahwa memang tidak bisa dan akan dibantu oleh guru supaya bisa mengerjakannya. Begitu pula pada saat menempuh ujian,kita tidak diperbolehkan mencontek karena menumbuhkan sikap curang pada diri kita. Percaya dengan kemampuan diri sendiri lebih baik,daripada mencontek. Karena pada kenyataannya,ilmu orang yang mencontek tidak akan bertahan lama daripada orang yang mengerjakan dengan kemampuannya sendiri.

Tegas pada permasalahan diatas dimaksudkan seperti hasil perkalian bilangan bulat 3 x 4 pasti 12. Kita tegas mengatakan 3 x 4 = 12 adalah benar. Kalau bukan 12,kita tegas mengatakan itu salah. Dalam matematika,hanya ada dua pilihan yaitu benar atau salah. Tidak mungkin benar sekaligus salah,separuh benar,atau separuh salah. Jadi,matematika mengajarkan sikap tegas. Tegas mengatakan yang benar dan yg salah adalah salah,tidak abu-abu.
Matematika juga berkenaan dengan masalah pembuktian. Langkah-langkah dalam pembuktian matematika harus berdasarkan pada hal-hal yg sudah diakui kebenarannya. Langkah demi langkah harus berdasarkan alasan yg kuat dan benar. Dengan cara inilah sebenarnya matematika mengajarkan sikap hidup benar dan bertanggung jawab. Dengan implikasi atau aplikasi dalam kehidupan,kita diajarkan bahwa setiap perkataan,kehendak,dan,perbuatan harus berdasar pada sumber yg benar.

3) Sikap pantang menyerah dan percaya diri

Seperti yg telah dirumuskan dalam pembelajaran matematika,matematika sebenarnya jg mengajarkan untuk bersikap pantang menyerah dan percaya diri.
Saat mengerjakan atau menyelesaikan masalah matematika,kita tidak boleh menyerah. Saat gagal atau tidak dapat menjawab,kita dituntut untuk mencari cara lain untuk menjawab. Kita harus percaya diri bahwa kita bisa. Kita coba terus,sampai akhirnya kita akan dapat menjawabnya. Kegagalan dengan suatu cara tidak boleh mengurangi semangat untuk mencari cara yang lain. Saat keberhasilan tercapai,rasa puas dan bangga akan tumbuh. Sungguh matematika mengajarkan pentingnya sikap pantang menyerah dan percaya diri. Inilah mutiara yang sangat berguna dalam kehidupan.
Dalam hidup,jangan suka berputus asa,jangan apatis,tapi hiduplah dengan optimis. Percayalah kalau kita bisa menjalaninya.
sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar